MENEPILAH

Menepilah,

saat marahmu telah musnah

dan kesalmu sudah lelah

sebab tak kutemukan arah

kemana puisiku harus melangkah.

Menepilah,

saat rindu membuatmu menyerah

dan prasangkamu hilang sudah

sebab penantianku tak kan mengalah

untuk mengagumimu tanpa celah.

Menepilah,

puisi untukmu lengkap sudah

kau bisa duduk di sampingku

sambil mendengarku membacakannya

kau bisa menatapku penuh tanya

sebab satupun majas tak kau pahami maknanya.

Tapi aku tidak butuh kau paham setiap sela.

Cukup kau rasakan saja jedanya,

yang kurekat dalam sengaja.

Komentar

Postingan Populer