SEMBILU

Sekuat apapun sembilu datang,

Resahku tetap tenang.

Menghitung lembar demi lembar,

Menata rindu yang berjatuhan,

Lalu tak sengaja bermimpi terlalu dalam.

Saat sadar, kucoba lagi terpejam.

Kau tiba-tiba datang,

Berkata pelan,

"Apa kau tak ingin jalan-jalan?"

Meskipun aku paham, 

Sadarku masih dalam angan.

Bagaimana bisa kutolak senyummu yang menawan?


Komentar

Postingan Populer